Halo kembali teman-teman sekalian..
kali ini saya akan membagikan sebuah drama bertemakan politik komedi yang berjudul PILKADA.
Drama ini melibatkan 10 orang dan cocok untuk kalian yang sedang mencari drama untuk tugas sekolah.
PILKADA
Pada suatu hari akan
diadakan pemlihan calon Kepala Desa di suatu kampung Belah Duren.
Panitia 1 : (Berteriak) Pengumuman pengumuman kepada warga
Desa diharapkan untukmenyaksikan kampanye dari para calon Kepala Desa.
Tidak Lama kemudian
para warga datang disusul dengan para calon Kepala Desa, Debat pun dimulai
dengan sorak para warga, calon kepala Desa no urut 1 mempromosikan dirinya
sambil melewati calon kepala desa no urut 2 dengan sinis.
Paslon 1 : (Dengan Tegas) Pilih nomor 1, pilih saya sebagai
Kepala Desa Kampung ini JANGAN LUPA!!
Pilih Nomer 1
Moderator1 : Harap tenang, Harap Tenang!! Debat akan
dimulai, saya akan memberikan peraturan kepada masing masing calon Kepala Desa.
Peraturan yang harus di taati untuk para paslon yang pertama adalah jawaban
pasangan calon tidak melebihi waktu yang ditentukan , yang kedua perhitungan
waktu akan dimulai ketika pasangan calon mulai berbicara, yang ketiga jawaban
harus sesuai dengan tema yang di berikan. Baik pertanyaan yang pertama apa visi
misi para paslon untuk memajukan Kampung Belah Duren?
Moderator2 : Waktu akan diberikan selama 59 detik, waktu
akan dimulai ketika anda mulai berbicara. Silahkan kepada paslon nomor 1 untuk
memberikan jawabanya
Paslon 1 : Baik terimakasih. Kita perlu mengenal, mengetahui
dan juga memahami diri sendiri juga
lingkungan sekitar, tentu saja semua itu tidak terlepas dari niat yang tulus
dan ikhlas.
Wkl Paslon 1 : Kerjasama yang terorganisir dalam mencari solusi sebuah masalah yang
dihadapi dan menemukan inovasi terbaru.
Moderator 1 :Terimakasih ntuk paslon 1 yang telah memberikan
Jawabannya, baik sekarang kepada Paslon 2 untuk memberikan jawabannya. Waktu
dimulai ketika anda berbicara
Paslon 2 : Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memajukan
kampung ini.
(Sorak Penonton)
Moderator 1 : Baik debat hari ini sudah selesai, terimakasih
untuk waktunya.
Panitia 1 : Pengumuman besok akan diadakan Pemilihan umum,
jangan lupa membawa surat yang telah diberikan oleh ketua RW.
Pada sore hari ada
seorang pedagang yang mempunyai banyak anak sedang memikirkan untuk membiayai
sekolah anak anaknya, tidak disangka sangka datanglah seorang pria menawarkan
uang tetapi dengan syarat harus memilih salah satu calon dari Kepala Desa
Joko : Mba saya akan ngasih uang kepada emba asalkan emba
harus memilih salah satu calon dari kepala desa.
Pedagang : Siapa calon yang harus saya pilih?
Joko : (berbisik) nomer 2
Pedagang : (Berpikir) Iya baiklah
Keesokan harinya di
pemilihan umum dilaksanakan
Pemilihan Umum berjalan dengan lancar, tibalah saatnya untuk
penghitungan suara.
Panitia 1 : Tidak mungkin! Ini tidak mungkin terjadi!
Penjaga Kotak Suara : (Menoleh) Apanya yang tidak mungkin?
Panitia 2 : Kedua calon mendapat suara yang sama. Lima
puluh-lima puluh
Penjaga Kotak Suara : Bagaimana bisa terjadi?
Panitia 2 : Itulah, aku juga bingung
Paslon 2 : Kan ada datanya. Hitung yang benar
Panitia 1 : Sudah di hitung. Semua suara yang masuk sudah
dihitung
Wakil Paslon 1 : (Berdiri) Mungkin Salah hitung
Panitia 2 : Tidak mungkin. Sudah pakai kalkulator
Paslon 1 : kalkulator juga bisa salah. Namanya mesin buatan
manusia, bisa saja salah. Coba pastikan
Wakil Paslon 2 : (berdiri) hitung secara manual saja.
Panitia 2 : sudah. Dihitung manual, hitung aljabar, hitung
akal, semua akalku sampai mampat. Bolak balik, tetap saja hasilnya sama.
Paslon 2 : Lalu mana yang salah?
Paslon 1 : Ibu mungkin sudah pikun. Coba hitung lagi
Wakil Paslon 2 : Kepastian harus di dapat.
Panitia : Apanya lagi yang harus di hitung?
Wakil Paslon 1 : Mungkin jumlah yang sah dan tidak sah,
jumlah pemilihannya kurang, atau apalah. Pasti ada yang salah bila hasilnya
masih imbang.
Penjaga kotak suara : Memang tidak boleh imbang? Sepak bola
saja hasilnya bisa kosong kosong. Tinju bisa draw.
Paslon 1 : (Marah) ini bukan sepak bola dan tinju. Ini
demokrasi!
Penjaga kotak suara : apakah demokrasi harus selalu ada yang
kalah dan menang?
Semua paslon : Harus !
Penjaga kotak suara : Siapa yang mengharuskan?
Panitia 1 : Peraturan!! (membuka buka buku julak). Disini
peraturan menyebutkan bila kedua kandidat mendapat nilai sama atau fiftty
fifty, maka harus dilakukan pemilihan ulang agar bisa didapat pemenang.
Penjaga kotak suara : itu pemborosan! Pemilihan sudah banyak
menghabiskan anggaran. Kalau sampai terjadi
nilai sama, apa harus diulang? Begitu seterusnya? Bisa tekor, dong!
Kasihan rakyat. Yang membayari semua ini rakyat.
Paslon 2 : apakah ada peraturan lain yang tidak memboroskan
biaya dan tenaga?
Panitia 2 : Ada
Wakil Paslon 2 : Apa?
Panitia 1 : Kalau salah satu calon mengundurkan diri
Paslon 2 : tidak bisa! Enak saja disuruh mundur...
Paslon 1 : aku juga tidak mau mundur! Kamu saja yang mundur.
Kamu tidak becus menjadi panitia
Panitia 1 : eittss, calon tidak boleh menyerang panitia.
Nanti didiskualifikasi
Paslon 1 : siapa yang menyerang. Ini hanya usul. Kalau
sampean tidak mampu menjalankan tugas mending mundur. Toh tidak ada
konsekuensinya. Paling sampean kehilangan honor dari panitia dan gengsi sampean
turun.
Panitia 2 : jangan menghina! Saya bisa melaporkan sampean ke
atas. Pencalonan sampean bisa di batalkan.
Paslon 1 : silahkan kalau berani! Saya punya hak bersuara.
Paslon 2 : Sudah sudah! Kenapa jadi ribut. Ini harus segera
diselesaikan.
Tiba tiba ada seorang
wanita datang yang ingin mengungkapkan sesuatu
Pedagang : Pak saya minta izin masuk
Satpam : Mau apa kamu? Disini hanya orang orang tertentu
yang bisa masuk
Pedangan : Tapi ini penting sekali Pak
Satpam : Tidak boleh
Tetapi wanita itu
langsung berlari memaksa untuk masuk
Pedagang : Hentikan! Semua pertentangan ini, sebenarnya ada
beberapa hasil suara yang tidak murni,
seperti saya yang telah disogok oleh tim sukses dari nomer 2
Wakil paslon 1 : Jadi siapa yang menjadi pemenangna? (penuh
harapan)
Panitia 1 : Saya memutuskan bahwa yang menjadi pemenang dalam pilkada pemilihan kepala desa adalah...
Paslon 2 : (berteriak) Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Panitia berusaha
menenangkan Paslon 2
Panitia 2 : Satpam satpam tolong panggilkan dokter
Satpam : Baik bu
Dokter datang dan
segera memeriksa Paslon 2
Dokter : dalam ilmu kedokteran, pasien yang mengamuk disaat
pemilu biasanya tertekan jiwanya , tertekan batinnya, tertekan raganya,
tertekan jasmani dan rohaninya juga tertekan ekonominya.
Panitia 1 : Jadi intinya dia kenapa?
Dokter : sebagaimana
yang saya ucapkan tadi...
Penjaga kotak suara : Yaampun dok, dia tuh kenapa?
Dokter : Diaaa...
Wakil Paslon 1 : Aduhh dok jangan bertele tele
Dokter : Keep Calm keep calm diaa, Gila
Paslon 1 : Jadi siapa yang memenangkan Pilkada ini?
Panitia 1 : Jadi yang memenangkan pilkada untuk menjadi
kepala desa Belah Duren adalah Pasangan Calon Nomerr..........1
Panitia 2 : Tepuk tangan untuk Pasangan Calon nomer 1 !!
Nah, semoga drama ini bermanfaat dan dapat membantu ya teman-teman sekalian.
Sekian ^_^