Selasa, 04 April 2017

Drama Sekolah PILKADA

Halo kembali teman-teman sekalian..
kali ini saya akan membagikan sebuah drama bertemakan politik komedi yang berjudul PILKADA.
Drama ini melibatkan 10 orang dan  cocok untuk kalian yang sedang mencari drama untuk tugas sekolah.



PILKADA

Pada suatu hari akan diadakan pemlihan calon Kepala Desa di suatu kampung Belah Duren.

Panitia 1 : (Berteriak) Pengumuman pengumuman kepada warga Desa diharapkan untukmenyaksikan kampanye dari para calon Kepala Desa.

Tidak Lama kemudian para warga datang disusul dengan para calon Kepala Desa, Debat pun dimulai dengan sorak para warga, calon kepala Desa no urut 1 mempromosikan dirinya sambil melewati calon kepala desa no urut 2 dengan sinis. 

Paslon 1 : (Dengan Tegas) Pilih nomor 1, pilih saya sebagai Kepala Desa Kampung  ini JANGAN LUPA!! Pilih Nomer 1

Moderator1 : Harap tenang, Harap Tenang!! Debat akan dimulai, saya akan memberikan peraturan kepada masing masing calon Kepala Desa. Peraturan yang harus di taati untuk para paslon yang pertama adalah jawaban pasangan calon tidak melebihi waktu yang ditentukan , yang kedua perhitungan waktu akan dimulai ketika pasangan calon mulai berbicara, yang ketiga jawaban harus sesuai dengan tema yang di berikan. Baik pertanyaan yang pertama apa visi misi para paslon untuk memajukan Kampung Belah Duren?

Moderator2 : Waktu akan diberikan selama 59 detik, waktu akan dimulai ketika anda mulai berbicara. Silahkan kepada paslon nomor 1 untuk memberikan jawabanya

Paslon 1 : Baik terimakasih. Kita perlu mengenal, mengetahui dan  juga memahami diri sendiri juga lingkungan sekitar, tentu saja semua itu tidak terlepas dari niat yang tulus dan ikhlas.

Wkl Paslon 1 : Kerjasama yang terorganisir  dalam mencari solusi sebuah masalah yang dihadapi dan menemukan inovasi terbaru.

Moderator 1 :Terimakasih ntuk paslon 1 yang telah memberikan Jawabannya, baik sekarang kepada Paslon 2 untuk memberikan jawabannya. Waktu dimulai ketika anda berbicara

Paslon 2 : Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memajukan kampung ini.
(Sorak Penonton)

Moderator 1 : Baik debat hari ini sudah selesai, terimakasih untuk waktunya. 

Panitia 1 : Pengumuman besok akan diadakan Pemilihan umum, jangan lupa membawa surat yang telah diberikan oleh ketua RW.

Pada sore hari ada seorang pedagang yang mempunyai banyak anak sedang memikirkan untuk membiayai sekolah anak anaknya, tidak disangka sangka datanglah seorang pria menawarkan uang tetapi dengan syarat harus memilih salah satu calon dari Kepala Desa

Joko : Mba saya akan ngasih uang kepada emba asalkan emba harus memilih salah satu calon dari kepala desa.

Pedagang : Siapa calon yang harus saya pilih? 

Joko : (berbisik) nomer 2

Pedagang : (Berpikir) Iya baiklah 

Keesokan harinya di pemilihan umum dilaksanakan

Pemilihan Umum berjalan dengan lancar, tibalah saatnya untuk penghitungan suara.

Panitia 1 : Tidak mungkin! Ini tidak mungkin terjadi!

Penjaga Kotak Suara : (Menoleh) Apanya yang tidak mungkin?

Panitia 2 : Kedua calon mendapat suara yang sama. Lima puluh-lima puluh

Penjaga Kotak Suara : Bagaimana bisa terjadi?

Panitia 2 : Itulah, aku juga bingung
Paslon 2 : Kan ada datanya. Hitung yang benar

Panitia 1 : Sudah di hitung. Semua suara yang masuk sudah dihitung

Wakil Paslon 1 : (Berdiri) Mungkin Salah hitung

Panitia 2 : Tidak mungkin. Sudah pakai kalkulator

Paslon 1 : kalkulator juga bisa salah. Namanya mesin buatan manusia, bisa saja salah. Coba pastikan

Wakil Paslon 2 : (berdiri) hitung secara manual saja.

Panitia 2 : sudah. Dihitung manual, hitung aljabar, hitung akal, semua akalku sampai mampat. Bolak balik, tetap saja hasilnya sama. 

Paslon 2 : Lalu mana yang salah?

Paslon 1 : Ibu mungkin sudah pikun. Coba hitung lagi

Wakil Paslon 2 : Kepastian harus di dapat.

Panitia : Apanya lagi yang harus di hitung? 

Wakil Paslon 1 : Mungkin jumlah yang sah dan tidak sah, jumlah pemilihannya kurang, atau apalah. Pasti ada yang salah bila hasilnya masih imbang.

Penjaga kotak suara : Memang tidak boleh imbang? Sepak bola saja hasilnya bisa kosong kosong. Tinju bisa draw.

Paslon 1 : (Marah) ini bukan sepak bola dan tinju. Ini demokrasi!

Penjaga kotak suara : apakah demokrasi harus selalu ada yang kalah dan menang?

Semua paslon : Harus !

Penjaga kotak suara : Siapa yang mengharuskan?

Panitia 1 : Peraturan!! (membuka buka buku julak). Disini peraturan menyebutkan bila kedua kandidat mendapat nilai sama atau fiftty fifty, maka harus dilakukan pemilihan ulang agar bisa  didapat pemenang.

Penjaga kotak suara : itu pemborosan! Pemilihan sudah banyak menghabiskan anggaran. Kalau sampai terjadi  nilai sama, apa harus diulang? Begitu seterusnya? Bisa tekor, dong! Kasihan rakyat. Yang membayari semua ini rakyat. 

Paslon 2 : apakah ada peraturan lain yang tidak memboroskan biaya dan tenaga? 

Panitia 2 : Ada

Wakil Paslon 2 : Apa?

Panitia 1 : Kalau salah satu calon mengundurkan diri

Paslon 2 : tidak bisa! Enak saja disuruh mundur... 
 
Paslon 1 : aku juga tidak mau mundur! Kamu saja yang mundur. Kamu tidak becus menjadi panitia

Panitia 1 : eittss, calon tidak boleh menyerang panitia. Nanti didiskualifikasi

Paslon 1 : siapa yang menyerang. Ini hanya usul. Kalau sampean tidak mampu menjalankan tugas mending mundur. Toh tidak ada konsekuensinya. Paling sampean kehilangan honor dari panitia dan gengsi sampean turun.

Panitia 2 : jangan menghina! Saya bisa melaporkan sampean ke atas. Pencalonan sampean bisa di batalkan.

Paslon 1 : silahkan kalau berani! Saya punya hak bersuara.

Paslon 2 : Sudah sudah! Kenapa jadi ribut. Ini harus segera diselesaikan.

Tiba tiba ada seorang wanita datang yang ingin mengungkapkan sesuatu

Pedagang : Pak saya minta izin masuk

Satpam : Mau apa kamu? Disini hanya orang orang tertentu yang bisa masuk

Pedangan : Tapi ini penting sekali Pak

Satpam : Tidak boleh

Tetapi wanita itu langsung berlari memaksa untuk masuk 

Pedagang : Hentikan! Semua pertentangan ini, sebenarnya ada beberapa hasil suara  yang tidak murni, seperti saya yang telah disogok oleh tim sukses dari nomer 2

Wakil paslon 1 : Jadi siapa yang menjadi pemenangna? (penuh harapan)

Panitia 1 : Saya memutuskan bahwa yang menjadi pemenang  dalam pilkada pemilihan kepala desa adalah...

Paslon 2 : (berteriak) Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Panitia berusaha menenangkan  Paslon 2 

Panitia 2 : Satpam satpam tolong panggilkan dokter

Satpam : Baik bu

Dokter datang dan segera memeriksa Paslon 2

Dokter : dalam ilmu kedokteran, pasien yang mengamuk disaat pemilu biasanya tertekan jiwanya , tertekan batinnya, tertekan raganya, tertekan jasmani dan rohaninya juga tertekan ekonominya.

Panitia 1 : Jadi intinya dia kenapa?

Dokter : sebagaimana  yang saya  ucapkan tadi...

Penjaga kotak suara : Yaampun dok, dia tuh kenapa?

Dokter : Diaaa...

Wakil Paslon 1 : Aduhh dok jangan bertele tele

Dokter : Keep Calm keep calm diaa, Gila

Paslon 1 : Jadi siapa yang memenangkan Pilkada ini?

Panitia 1 : Jadi yang memenangkan pilkada untuk menjadi kepala desa Belah Duren adalah Pasangan Calon Nomerr..........1

Panitia 2 : Tepuk tangan untuk Pasangan Calon nomer 1 !!


Nah, semoga drama ini bermanfaat dan dapat membantu ya teman-teman sekalian. 
Sekian ^_^

1 komentar: